MVP MPL ID S17 Minggu ke-3: ONIC Dominasi Total!

MVP Regular Season MPL ID S17

MVP Minggu ke-3 MPL ID S17 akhirnya resmi diumumkan, dan seperti yang bisa ditebak (tapi tetap menarik) hasilnya penuh dinamika. Minggu ini bukan sekadar soal siapa menang atau kalah, tapi siapa yang benar-benar “carry” timnya di momen krusial.

Kalau kamu ngikutin match week ini, pasti kerasa banget tensinya. ONIC akhirnya tumbang, EVOS bangkit dari keterpurukan, dan RRQ kembali harus evaluasi. Tapi di balik semua itu, ada satu hal yang konsisten: pemain-pemain top makin menunjukkan kelasnya.

Nah, pertanyaannya sekarang siapa yang benar-benar layak masuk daftar MVP Minggu ke-3? Dan kenapa beberapa nama bisa tiba-tiba naik drastis? Kita kupas satu per satu. Jangan lupa juga buat terus update berita game dan esport terbaru cuma di IGPLAY Asia.

MVP Minggu ke-3 MPL ID S17:
Dominasi ONIC dan Persaingan Ketat

MVP MPL IGPLAY

Kelra Masih Jadi Standar Emas

Dulu banyak yang mikir, mempertahankan posisi puncak itu lebih sulit daripada mencapainya. Dan Kelra membuktikan itu bukan sekadar teori.

Dengan total 49 poin MVP, dia masih duduk nyaman di peringkat pertama. Bahkan setelah ONIC kalah dari BTR, performanya tetap stabil dan ini yang sering luput dari perhatian.

Banyak pemain bisa tampil bagus saat tim menang. Tapi tetap konsisten saat tim kalah? Itu level berbeda.

Contohnya saat dia pakai Freya. Bukan hero meta utama, tapi bisa diubah jadi senjata mematikan. Insight-nya jelas: pemain top bukan cuma ikut meta, tapi bisa “menciptakan meta kecil” di dalam game.


Arfy Makin Dekat, Selisih Tinggal Tipis

Kalau ada yang bisa bikin Kelra mulai “keringat dingin”, itu Arfy.

Dengan 47 poin, jaraknya cuma dua poin. Dan yang bikin menarik, Arfy bukan sekadar konsisten, dia juga eksplosif.

Savage saat lawan RRQ jadi bukti. Itu bukan cuma highlight, tapi turning point.

Fenomena ini sering terjadi di esports: pemain muda datang tanpa beban, dan justru itu jadi keunggulan kompetitif. Mereka lebih berani ambil risiko, dan kadang… itu yang dibutuhkan buat menang.

Pertanyaannya tinggal satu: apakah Arfy bisa sustain performa ini?


SANZ Comeback Diam-Diam, Tapi Mematikan

Ini yang paling “out of radar”.

Dua minggu awal nyaris nggak terdengar, tiba-tiba SANZ muncul di posisi tiga dengan 39 poin. Lonjakan sekitar 20 poin dalam seminggu bukan hal biasa.

Biasanya, pemain butuh momentum tim buat naik. Tapi SANZ justru menciptakan momentumnya sendiri.

Player of the Week jadi faktor besar, tapi bukan satu-satunya. Cara dia kontrol tempo game, positioning, dan decision-making jadi pembeda.

Insight pentingnya: di level kompetitif tinggi, pengalaman masih jadi aset mahal. Dan SANZ memanfaatkannya dengan sangat efisien.


Alberttt vs EMANN: Konsistensi vs Momentum

Kadang di leaderboard, angka yang sama bisa punya cerita yang beda.

Alberttt dan EMANN sama-sama punya 36 poin. Tapi cara mereka sampai ke angka itu sangat kontras.

Alberttt adalah definisi konsistensi. Stabil, jarang blunder, selalu jadi tulang punggung tim.

Sementara EMANN? Lebih ke “high risk, high reward”.

Permainan Yi Sun-Shin dan Claude-nya jadi faktor utama ONIC akhirnya kalah. Dan itu bukan kebetulan.

Di sini terlihat satu hal menarik: dalam meta sekarang, playmaker agresif mulai punya nilai lebih tinggi dibanding sekadar pemain stabil.


Kairi Lengkapi Dominasi ONIC

Kalau bicara MVP Minggu ke-3, sulit untuk nggak menyebut ONIC sebagai organisasi paling dominan.

Selain Kelra dan SANZ, Kairi ikut masuk top 5 dengan 30 poin.

Dan ini bukan sekadar “ikut-ikutan masuk”.

Gameplay Lancelot-nya saat lawan DEWA benar-benar textbook jungler modern: efisien, tajam, dan minim kesalahan.

Masuknya Kairi juga menggeser beberapa nama besar seperti Lyoni dan Kyouu. Ini menunjukkan satu hal—kompetisi makin padat, dan margin error makin kecil.


Kenapa MVP Minggu ke-3 MPL ID S17 Terasa Lebih “Chaos”?

Kalau dibanding minggu sebelumnya, leaderboard kali ini terasa lebih dinamis. Banyak pergeseran, banyak kejutan.

Kenapa?

Pertama, fase adaptasi tim sudah selesai. Sekarang semua tim main all-in.

Kedua, pressure mulai terasa. Week 3 biasanya jadi titik di mana tim mulai “terbaca”, dan pemain dituntut lebih kreatif.

Data kasarnya, sebagian besar perubahan posisi MVP terjadi karena lonjakan performa individu, bukan sekadar hasil tim.

Artinya, kita sedang masuk fase di mana “star player impact” lebih besar dari sebelumnya.

Apa yang Bisa Kita Harapkan di Minggu ke-4?

Kalau tren ini berlanjut, minggu keempat bakal jauh lebih brutal.

Kelra masih unggul, tapi margin makin tipis. Arfy siap menyalip kapan saja. SANZ sudah kembali ke bentuk terbaiknya.

Dan jangan lupakan nama-nama lain yang bisa tiba-tiba naik, karena MPL selalu punya kejutan.

Buat kamu yang nggak mau ketinggalan, sekarang juga lagi banyak yang mulai Livestream turnamen esport di IGPLAY. Selain itu, kamu juga bisa cek kode redeem & voucher gratis di Website IGPLAY buat nambah keseruan nonton.

Penutup

MVP Minggu ke-3 MPL ID S17 bukan cuma soal angka, tapi soal cerita di balik performa. Ada yang konsisten, ada yang meledak, ada juga yang diam-diam naik ke atas.

Dan justru di situ letak serunya.

Karena di esports, yang menentukan bukan siapa yang paling kuat di awal—tapi siapa yang paling siap beradaptasi.

Jadi, menurut kamu siapa yang bakal jadi MVP di minggu keempat?

Pantengin terus update terbaru dari dunia esport, analisis tajam, dan insight menarik lainnya hanya di IGPLAY, komunitas gamers terbesar Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses