Ada momen dalam dunia esports yang rasanya mirip banget sama hidup sehari-hari: ketika seseorang yang “jadi pegangan” akhirnya pamit dari rutinitas yang sudah dibangun bareng-bareng. Itulah yang baru saja diumumkan Team Liquid Indonesia yang akhirnya resmi berpisah dengan Dolly “SaintDeLucaz” Van Pelo Sihotang, pelatih kepala divisi Mobile Legends: Bang-Bang (MLBB).
Pengumuman ini dibagikan lewat sosial media dan kanal YouTube resmi Team Liquid Indonesia. Buat fans, kabar ini jelas terasa seperti menutup satu bab yang penting. Karena di bawah kepemimpinan SaintDeLucaz, Team Liquid ID bukan cuma “ikut liga”, tapi benar-benar naik level, mulai dari tim yang sempat dipandang sebelah mata sampai akhirnya jadi juara.
Di Situs IGPLAY, kabar-kabar seperti ini biasanya jadi salah satu yang paling cepat bikin timeline ramai. Soalnya bukan sekadar pergantian coach, tapi juga soal arah masa depan tim, dinamika pemain, dan cerita di balik layar yang sering bikin penasaran.
Perpisahan yang Bukan Sekadar Formalitas

SaintDeLucaz bukan tipe coach yang sekadar berdiri di belakang panggung lalu muncul pas selebrasi. Di mata banyak orang, ia dikenal sebagai:
- arsitek strategi yang rapi,
- penjaga mental tim saat tekanan lagi tinggi,
- dan figur yang bisa menyatukan visi satu roster ke satu tujuan.
Dan hasilnya bukan omong kosong. Di bawah arahannya, Team Liquid ID mencatat pencapaian besar:
- Juara MPL ID Season 14
- Runner-up M6 World Championship, dengan final yang ketat melawan ONIC PH
Kalau kamu mengikuti MLBB, kamu pasti paham: dua pencapaian ini bukan “kebetulan bagus”, tapi bukti dari proses panjang dan biasanya proses panjang itu sangat dipengaruhi oleh pelatih.
Kilas Balik SaintDeLucaz: Dari Dota 2 ke MLBB
Yang menarik dari SaintDeLucaz adalah jalurnya yang “tidak biasa”. Sebelum dikenal sebagai coach MLBB, ia merupakan eks pro player Dota 2 dan pernah membela organisasi besar, termasuk RRQ di divisi Dota 2.
Lalu awal 2020, ia mengambil keputusan yang bisa dibilang nekat tapi visioner: pindah scene ke Mobile Legends.
Uniknya, ia juga tidak langsung “maksa” jadi pemain MLBB pro. SaintDeLucaz memilih jalur berbeda lewat ajang Esports Star Indonesia dan berhasil menjadi runner-up. Dari situ, pintu ke skena profesional MLBB mulai terbuka lebar.
Kalau dibawa ke konteks kehidupan sehari-hari, ini mirip seseorang yang pindah bidang kerja total bukan karena ikut tren, tapi karena melihat peluang jangka panjang dan mau mulai dari bawah lagi.
SaintDeLucaz bawa Aerowolf Jadi Kuda Hitam
Tahun 2021, SaintDeLucaz mendapatkan tantangan besar: menangani Aerowolf di MPL ID Season 7.
Awalnya Aerowolf sempat keteteran. Tapi perlahan, “racikan” strategi dan pendekatannya mulai terlihat. Aerowolf berubah jadi kuda hitam yang mampu menjungkalkan tim-tim besar seperti:
- EVOS
- ONIC
- RRQ
- Alter Ego
Buat penonton, ini yang bikin MLBB seru: ketika tim yang tidak terlalu dijagokan tiba-tiba bisa bikin kejutan, dan di balik kejutan itu biasanya ada otak strategi yang sabar membangun sistem.
Merantau ke Singapura: Mengasah Filosofi di RSG

Setelah kiprah di Indonesia, SaintDeLucaz melanjutkan perjalanan ke MPL Singapura dan dipercaya menangani RSG selama tiga musim berturut-turut.
Di sini ia semakin dikenal dengan pendekatan yang menekankan:
- makro game (pengambilan keputusan dan kontrol peta),
- disiplin tim,
- dan penguatan mental pemain.
Pengalaman lintas region ini penting banget. Karena melatih di tempat berbeda biasanya bikin pelatih punya “kacamata baru”: gaya main berbeda, cara pemain merespons tekanan berbeda, sampai kultur latihan yang beda juga.
Dan semua pengalaman itu jadi modal besar ketika ia kembali ke Indonesia.
Comeback ke Indonesia:
Misi Berat SaintDeLucaz yang Berujung Sejarah
Tahun 2024, SaintDeLucaz pulang ke Tanah Air dan menerima tantangan melatih Aura Fire yang kemudian resmi berganti nama menjadi Team Liquid ID.
Saat itu, ekspektasi publik tidak setinggi tim-tim papan atas. Aura Fire dikenal cukup inkonsisten. Tapi justru di sini “nilai” coach seperti SaintDeLucaz terasa: mengubah tim yang naik-turun menjadi tim yang stabil.
Di musim debutnya bersama Liquid, mereka finis posisi 5–6 MPL ID. Tidak langsung juara, tapi terlihat fondasinya mulai kebentuk.
Lalu setelahnya, grafik naiknya kenceng:
- Juara MPL ID Season 14
- Runner-up M6 World Championship (kalah tipis dari ONIC PH)
- Performa yang tetap kompetitif hingga MPL ID Season 15 (musim aktif terakhirnya bersama Liquid)
Buat fans, era ini seperti “plot twist” yang satisfying: tim yang awalnya tidak terlalu diunggulkan, tiba-tiba punya identitas kuat dan mental tanding yang matang.
Rutinitas Latihan ala SaintDeLucaz: Konsistensi Itu Mahal

Di sebuah event Next Level Play with Galaxy S25 Series di Jakarta, SaintDeLucaz pernah membagikan pandangannya soal pengembangan skill pemain.
Ia membagi dua pendekatan:
1) Jangka panjang: konsistensi
Ia menekankan bahwa konsistensi itu bukan slogan. Pemain profesional menjalani jadwal ketat, dari sekitar pukul 11 siang hingga 9 malam, mencakup pemanasan, scrim, sampai latihan individu.
Kalau kita tarik ke kehidupan sehari-hari, ini mirip latihan olahraga atau belajar skill baru: tidak ada hasil besar tanpa repetisi. Bedanya, mereka menjalaninya di bawah sorotan publik dan tekanan kompetisi.
2) Jangka pendek: analisis dan skenario
Untuk hasil cepat, pemain harus paham analisis dan skenario game, terutama early game. Karena early game sering jadi “arah cerita” apakah tim akan snowball atau malah kejar-kejaran sampai late.
Warisan SaintDeLucaz untuk Team Liquid ID
Yang paling besar dari SaintDeLucaz sebenarnya bukan cuma piala, tapi identitas tim. Ia membantu membangun cara bermain, mental, dan budaya kompetitif yang bikin Team Liquid ID terlihat “punya karakter”.
Kini setelah ia pergi, pertanyaan besarnya mulai bermunculan:
- Apakah SaintDeLucaz akan direkrut tim lain?
- Apakah ia tetap di ekosistem Liquid tapi dengan peran berbeda?
- Atau, yang paling out of the box: balik lagi ke scene Dota?
Apa pun jawabannya, namanya sudah terlanjur tercatat sebagai salah satu coach paling berpengaruh di skena MLBB Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Dan kalau kamu suka ngikutin drama roster, perubahan coaching staff, atau berita yang lagi viral di esports, tempat paling enak buat baca updatenya cuma di Website Resmi IGPLAY Asia.
Era Berakhir, Cerita Baru Dimulai
Perpisahan SaintDeLucaz dan Team Liquid ID mungkin terasa berat buat fans. Tapi seperti kebanyakan cerita besar, satu bab selesai agar bab berikutnya bisa dimulai.
Team Liquid ID akan masuk fase baru, sementara SaintDeLucaz juga punya peluang menulis cerita baru entah di MLBB, di balik meja manajemen, atau kembali ke dunia yang dulu membesarkan namanya.
Kalau kamu nggak mau ketinggalan update roster, gosip transfer, hingga berita viral yang lagi hype di sekitar kita, pantengin terus Situs IGPLAY, platform hiburan online terlengkap dan terpercaya yang udah dipercaya jutaan gamers Indonesia.