Faker T1: Dari Rookie ke GOAT Esports Dunia

Faker Limited Skin Pack

Nama Lee “Faker” Sang-hyeok udah jadi sinonim dengan esports global. Dari bocah 17 tahun yang debut di Worlds 2013, ia langsung angkat piala. Fast forward ke 2025, Faker pegang lima gelar Worlds, 10 trofi LCK, dua MSI, medali emas Asian Games 2022, Hall of Legends 2024, sampai PC Player of the Decade di Esports Awards. Sementara banyak pro player lain baru satu kali juara udah pamit jadi streamer, Lee Sang-hyeok masih naik podium.

IGPLAY nyebutnya simpel: standar emas esports = Faker.

Lima Gelar Worlds: Standar Platinum

Lima Gelar Worlds Faker Bersama T1
Lima Gelar Worlds Bersama T1

Prestasi Faker di Worlds gila sih. Juara 2013, 2015, 2016, comeback di 2023, lalu back-to-back di 2024. Total lima gelar Worlds, rekor terbanyak dalam sejarah. Lawan dari China (LPL) udah berganti generasi, tapi Faker tetap jadi momok. Bahkan catatan absurdnya: dia belum pernah kalah best-of-five di Worlds melawan tim LPL.

Momen ikonik kayak Zed vs Ryu masih viral di TikTok, sementara highlight barunya tahun 2023–2024 jadi pengingat kalau “The Unkillable Demon King” nggak pernah benar-benar redup.

Raja LCK dan Konsistensi Hardcore

Selain panggung internasional, Lee Sang-hyeok juga jadi Raja LCK dengan 10 gelar domestik. Nggak ada pemain lain yang bisa menandingi. Setiap musim, patch berubah, meta bergeser, tapi Dia tetap relevan. IGPLAYASIA menyebut ini bukan sekadar mekanik, tapi skill adaptasi yang bikin dia awet lebih dari 10 tahun.

Satir dikit: banyak pemain Indo baru jago setahun, udah trending di Twitter trus main sinetron. Faker 10 tahun masih ngangkat piala. Bedanya mentalitas.

Emas Asian Games: Sejarah + Bebas Wamil

Korean National LOL Team
Korean National LOL Team

Prestasi Lee Sang-hyeok nggak cuma di Rift. Di Asian Games 2022, esports pertama kali jadi cabang resmi. Faker dan timnas Korea pulang bawa emas setelah ngalahin Taipei. Bonusnya? Bebas wajib militer. Yep, literally menang game bikin bebas wamil. Yang ini bikin iri gamer Indo yang sering AFK ranked tapi nggak dapat apa-apa.

Loyalitas Faker ke T1

Dari 2013 sampai 2025, Faker setia ke T1. Padahal banyak tim besar luar negeri nawarin kontrak gede. Buat IGPLAY Asia, ini contoh unik di industri esports: loyalitas + konsistensi yang bikin branding pribadi dan tim makin kuat. Nama Faker = T1.

Tangan Ajaib Faker Senilai Rp12 Miliar

Ini bukan clickbait! Hana Bank pernah asuransiin tangan Lee Sang-hyeok sebanyak Rp12 miliar. Itu bukti betapa seriusnya industri esports melihat skill mekanik sebagai aset. Sementara kita? Tangan cuma bisa spam ranked, ujungnya tilt.

Hall of Legends & Player of the Decade

Faker Hall of Legends Pertama
Lee Sang-hyeok Hall of Legends Pertama

Tahun 2024 Faker jadi member pertama Hall of Legends. Setahun kemudian, yaitu Tahun ini, ia resmi dinobatkan sebagai Esports PC Player of the Decade. Konteksnya makin kuat setelah kita lihat daftar lengkap pemenang Esports Awards 2025 di sini: Daftar Lengkap Pemenang Esports Decade Awards 2025.

Dengan gelar itu, Lee Sang-hyeok nggak cuma jadi ikon LoL, tapi juga simbol satu dekade esports modern.

Legacy: Inspirasi Generasi Baru

Julukan “The Unkillable Demon King” terbukti nyata. Lee Sang-hyeok jadi inspirasi buat pro player muda bahwa karier panjang itu mungkin asal disiplin, konsisten, dan cinta game. Di saat banyak pro player redup cepat, Faker jadi anomali: performa sebanding hype.

Faker : GOAT yang Masih Aktif

Faker bukan legenda masa lalu, dia masih aktif dan relevan di 2025. Legacy-nya jelas: bukan cuma soal trofi, tapi soal inspirasi. Dari Worlds sampai Asian Games, dari T1 sampai Esports Awards, Faker adalah definisi GOAT esports.

Kalau lo punya hot take soal siapa penerusnya, drop komentar lo. Jangan lupa share artikel ini biar makin rame. Dan untuk update turnamen, streamer favorit, sampai hiburan digital, pantengin terus IGPLAY!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses