Hasil Knockout Stage M7 World Championship 2026 akhirnya membawa kita ke fase paling emosional dalam kalender esports Mobile Legends. Di tahap ini, bukan cuma soal siapa yang paling jago mekanik atau paling rapi rotasinya, tapi soal mental, ketahanan emosi, dan siapa yang sanggup bertahan ketika tekanan datang tanpa aba-aba.
Babak gugur M7 tahun ini terasa berbeda. Setiap seri seperti punya ceritanya sendiri, ada mimpi yang hampir jadi kenyataan, ada dominasi yang terus berlanjut, dan ada pula harapan yang mendadak berpindah tangan. Dari duel lima game yang menegangkan sampai kebangkitan di Lower Bracket, semuanya membentuk satu narasi besar yang bikin M7 2026 terasa hidup.
Dan seperti biasa, Situs IGPLAY udh nyiapin Highlights lengkap biar kalian ga ketinggalan info paling update dari dunia game online dan esports!
Hasil Knockout Stage M7:
RORA Tumbangkan SRG, Jalan Menuju Grand Final Terbuka Lebar

Perjalanan tanpa cela Selangor Red Giants akhirnya terhenti di momen yang paling krusial. Datang ke Upper Bracket Finals dengan status tak terkalahkan, SRG membawa harapan besar Malaysia untuk mencetak sejarah: tampil di Grand Final M Series untuk pertama kalinya.
Namun di hadapan mereka berdiri Aurora Gaming Philippines, tim yang tampak tenang justru ketika situasi paling genting.
SRG sempat berada di posisi ideal. Setelah tertinggal di Game 1, mereka bangkit dan berbalik unggul 2–1. Satu kemenangan lagi, dan naskah sejarah sudah siap dibacakan. Tapi di titik inilah Knockout Stage menunjukkan wajah aslinya.
RORA menolak jadi figuran.
Game 4 menjadi titik balik. RORA bermain lebih disiplin, lebih sabar, dan tidak terpancing emosi. Lalu di Game 5, mereka tampil dingin dan tanpa banyak kesalahan, tanpa drama berlebihan. Hasilnya, comeback sempurna dan tiket pertama menuju Grand Final M7 resmi jadi milik RORA.
Filipina dan Final Dunia: Tradisi yang Terus Berlanjut
Kemenangan RORA bukan hanya soal satu seri. Ini juga memperpanjang tradisi dominasi Filipina di panggung M Series. Sejak M2, tim asal Filipina selalu hadir di Grand Final, dan M7 2026 kembali melanjutkan cerita itu.
Bagi banyak penonton, ini bukan lagi kejutan, melainkan konsistensi yang sudah menjadi identitas. Dan kini, RORA berpeluang membawa Filipina meraih gelar M Series keenam secara beruntun, sebuah catatan yang makin mempertegas posisi mereka sebagai raksasa MLBB dunia.
Cerita seperti ini yang membuat M7 bukan sekadar turnamen, tapi bagian dari sejarah esports yang terus berjalan. Dan di Situs IGPLAY, cerita-cerita besar seperti ini selalu dikemas agar tetap relevan dan enak diikuti, bahkan untuk penonton kasual.
SRG Turun ke Lower Bracket, Harapan Belum Padam

Meski rekor sempurna mereka runtuh, cerita SRG belum selesai. Turun ke Lower Bracket memang berarti jalan yang lebih berat, tapi bukan akhir dari segalanya.
Masih ada satu seri yang memisahkan SRG dari panggung Grand Final. Tekanannya jelas berlipat, tapi di fase seperti ini, justru karakter tim diuji. Apakah mereka mampu bangkit dan menjadikan kekalahan ini sebagai bahan bakar, atau justru tenggelam oleh ekspektasi?
Di Knockout Stage, mimpi memang bisa runtuh kapan saja tapi selama belum tereliminasi, harapan selalu punya ruang untuk bernapas.
Hasil Knockout Stage Lower Bracket M7:
Alter Ego Bangkit, Jaga Asa Indonesia Tetap Menyala

Dari Upper Bracket yang dramatis, cerita beralih ke Lower Bracket, tempat Alter Ego Esports menjaga napas terakhir Indonesia. Menghadapi Team Spirit, AE datang dengan beban berat: satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa setelah ONIC ID tersingkir.
Tekanan publik tuan rumah jelas terasa. Kekalahan sebelumnya masih membekas, dan ekspektasi untuk “tidak gugur hari ini” mengiringi langkah mereka ke arena.
Team Spirit sempat menunjukkan kelasnya di Game 1. Pengalaman bermain di Lower Bracket membuat mereka terlihat nyaman. Tapi Knockout Stage selalu memberi ruang untuk perubahan cerita.
Di tiga game berikutnya, Alter Ego tampil lebih rapi. Rotasi makin disiplin, team fight lebih terukur, dan kontrol objektif berjalan konsisten. Perlahan tapi pasti, momentum berpindah tangan. AE mengunci kemenangan seri dan memastikan langkah mereka tetap berlanjut.
Team Spirit: Rekor Pecah, Perjalanan Berakhir
Bagi Team Spirit, laga ini sebenarnya tetap mencatat sejarah. Mereka akhirnya mematahkan “kutukan top-four” yang selama ini membayangi perjalanan mereka di M Series. Tapi ironi Knockout Stage adalah: tak semua sejarah berujung bahagia.
Perjalanan mereka di M7 berakhir dengan rasa pahit, meski peningkatan performa sepanjang turnamen layak mendapat apresiasi. Inilah wajah kompetisi dunia tidak selalu adil, tapi selalu jujur.
Alter Ego dan Beban Nama Indonesia
Kini, seluruh sorotan tertuju pada Alter Ego. Dari posisi underdog, mereka berubah menjadi tumpuan terakhir Indonesia. Beban itu besar, tapi juga penuh makna.
Di titik ini, Alter Ego tidak lagi sekadar membawa nama tim. Mereka membawa harapan publik, cerita tuan rumah, dan mimpi untuk tetap berdiri di panggung dunia. Perjalanan mereka memang belum selesai, tapi satu hal sudah jelas: Indonesia masih ada di Knockout Stage M7.
Hasil Knockout Stage Bukan Soal Menang Kalah Semata
M7 World Championship 2026 kembali mengingatkan bahwa esports bukan hanya soal skor akhir. Ini tentang perjalanan, tekanan, dan bagaimana sebuah tim berdiri ketika segalanya dipertaruhkan.
Dari comeback RORA, kejatuhan SRG, hingga kebangkitan Alter Ego, semuanya membentuk satu rangkaian cerita yang membuat M7 terasa hidup dan relevan.
Dan kalau kamu ingin terus mengikuti cerita-cerita seperti ini, bukan cuma soal turnamen, tapi juga berita viral, hype esports, dan hiburan digital yang dekat dengan keseharian langsung aja login ke Website IGPLAY, platform hiburan online terlengkap dan terpercaya untuk menemani kamu tetap update.
Jangan lupa share artikel ini ke teman-teman kamu, karena satu cerita esports selalu lebih seru kalau dinikmati bareng.